InstaForex
Tampilkan postingan dengan label InstaFX Capital. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label InstaFX Capital. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 April 2012

Istilah Forex yang Perlu Anda Ketahui

Jika Anda adalah seorang baru dalam dunia forex, Anda perlu mengenal beberapa istilah baru yang mungkin agak asing terdengar ditelinga Anda. Berikut istilah-istilah yang perlu Anda ketahui karena banyak digunakan oleh para trader dalam tukar menukar informasi. Jika Anda adalah seorang baru dalam dunia forex, Anda perlu mengenal beberapa istilah baru yang mungkin agak asing terdengar ditelinga Anda. Berikut istilah-istilah yang perlu Anda ketahui karena banyak digunakan oleh para trader dalam tukar menukar informasi. Selain istilah-istilah ini, masih banyak istilah lainnya yang kami sarankan Anda baca. Semua itu ada di Glossary/ kamus yang juga terletak di web ini.

Yang pertama adalah yang biasa disebut “pip” Pip adalah satuan yang biasa dipakai dalam menyebutkan nilai suatu kurs atau biasa disebut juga “points”. Contohnya: USD/CHF minggu lalu nilainya 1.4235 dan hari ini naik menjadi 1.4245 itu artinya pair ini mengalami kenaikan sebanyak 10 pips.

Hal lainnya yang perlu kita kenal adalah yang namanya “leverage”. Ini kurang lebih sama artinya dengan “margin jaminan”. Sederhananya adalah apabila kita menanamkan modal Rp.5 Juta maka apabila satuan leverage yang dikenakan adalah 1:100 itu berarti kita diberikan hak oleh pialang untuk membelikan 100 x lebih besar dari dana yang kita miliki. Berarti dengan uang sebesar Rp.5 Juta, kita diberikan dana untuk membeli mata uang asing sebesar Rp.500 Juta rupiah. Nah ini yang dinamakan margin jaminan atau leverage. Dengan cara seperti ini, maka nasabah akan sangat diuntungkan dalam bertransaksi karena dengan modal terbatas dia dapat men-trading-kan dananya dalam volume yang lebih besar.
Setiap pialang memiliki leveragenya sendiri-sendiri. Dalam hal ini, leverage besar berarti kemungkinan untung/rugi menjadi lebih besar. Demikian juga sebaliknya, leverage yang kecil maka besarnya kerugian yang mungkin terjadi menjadi lebih kecil dengan konsekuensi keuntungan juga menjadi lebih kecil nilainya.
BelajarForex lebih menyarankan Anda untuk mencari pialang yang menawarkan leverage lebih lebih kecil karena dengan demikian resiko kerugian lebih kecil. Apabila Anda meyakini suatu transaksi akan menguntungkan, maka saya dapat membesarkan jumlah lot yang akan saya transaksikan.

Lalu berikutnya adalah “contract size”. Ini merupakan besarnya faktor pengali dalam perhitungan profit dan loss. Nilainya sudah fix dan ditetapkan oleh pemerintah Indonesia yaitu 10.000 (sepuluh ribu).

Hal berikutnya adalah “lot”. Lot adalah satuan kontrak pada setiap transaksinya. Jadi apabila saya bertransaksi, misalnya membeli (buy) USD terhadap CHF maka nilai satuannya dalam lot. Lagi-lagi tiap pialang memiliki aturannya sendiri dalam menetapkan lot, bergantung pada pip dan levererage mereka. Pada AsiaFXOnline, satu lot transaksi nilainya adalah Rp.1 Juta.
Hampir sama dengan itu, di instafxcapital leverage yang ditawarkannya juga 1:100, dimana dengan uang yang diberikan sebagai reward waktu mendaftar itu $5 kita dapat melakukan transaksi sebesar 500 quantiti ($500). Tapi dengan menggunakan semua dana yang dimiliki untuk sekali open posisi, itu bukanlah tindakan yang smart. Sebaiknya gunakan sebesar 20-30% dari marginnya itu. Jadi untuk amannya gunakan 100-150 quantiti saja waktu buka posisi. Satu hal lagi, anda bisa melakukan trading dengan quantity yang flexible. Anda bisa trading dengan 1, 5, 10, 100 atau berapa saja yang anda inginkan selagi modalnya masih mencukupi.

Margin = modal yang anda miliki. Misalnya di portfolio anda ada $5 live dan $10000 virtual berarti anda punya margin sebesar $5 (uang sebenarnya) dan $10000 (uang virtual).

Menyusun EA


Pada dasarnya, sebuah EA yang sederhana/standard (bukan EA yang kompleks seperti neural network, atau yang misalnya terdiri dari beberapa modul yang mengontrol trade sendiri-sendiri)… terdiri atas beberapa bagian/struktur.. bagian ini biasanya dibikinkan fungsi tersendiri, agar coding terlihat rapi, sekaligus mempermudah debugging
bagiannya :

1. BuySignal : pada kondisi apa EA buka buy
2. SellSignal : pada kondisi apa EA buka sel
3. CloseBuySignal : pada kondisi apa EA nutup posisi buy (yang ini tidak harus ada, karena dapat
     menggunakan TP/SL sebagai closingnya)
4. CloseSellSignal : sama seperti CloseBuySignal
5. MoneyManagement : buat itung lotsize secara otomatis
6. Trail : buat trailling posisi, klo misalnya diperlukan
7. Confirmator : kalau misalnya EA cuman trade hari senin-kamis, maka biasanya ditaruh di
     bagian ini..

Kalau 7 bagian itu sudah ketemu, bikin EA nya jadi lebih gampang
misalnya begini, gw mau bikin EA yang kayak di Bagian 2 – Contoh EA
Logika EA ini, kira2 (misal EA ini diletakkan di chart GBPUSD 1 Hour), Jika tidak ada posisi, jika candle jam lalu closenya diatas EMA 10, maka buy, kalau candle jam lalu closenya dibawah EMA 10, maka sell. TP nya 150 dan SL nya 100 pips
kalau di breakdown jadi 7 bagian tadi :

1) BuySignal : kalau harga close candle sebelumnya lebih besar/diatas EMA 10 pada candle sebelumnya
2) SellSignal : kalau harga close candle sebelumnya lebih kecil/dibawah EMA 10 pada candle sebelumnya
3) Tidak ada
4) Tidak ada
5) Lotnya otomatis diitung berdasarkan SL dan persen risiko.
6) Tidak pakai trail, jadi tidak ada
7) Posis baru dibuka kalau sedang tidak ada posisi, dan juga tidak trade di hari Jumat (gw tambahi rulenya)

Kira-kira source code nya jadi begini
code:
extern double RiskPercent=5;
extern int StopLoss=100;
extern int TakeProfit=150;
extern string txComment=”Order EA1;
extern int MagicNumber=12345;
extern int Slippage=5;

//+——————————————————————+
//| expert initialization function |
//+——————————————————————+
int init()
{
//—-
//—-
return(0);
}
//+——————————————————————+
//| expert deinitialization function |
//+——————————————————————+
int deinit()
{
//—-
//—-
return(0);
}
//+——————————————————————+
//| expert start function |
//+——————————————————————+
int start()
{
//—-
if (bolehTrade()) //kalau boleh trade
{
if (BuySignal() ) //kalau ada signal buy
{
OrderSend(Symbol(),OP_BUY,itungLot(),Ask,Slippage,Ask-StopLoss*Point,Ask+TakeProfit*Point,txComment,MagicNumber);
}
else if (SellSignal() ) //kalau ada signal sell
{
OrderSend(Symbol(),OP_SELL,itungLot(),Bid,Slippage,Bid+StopLoss*Point,Bid-TakeProfit*Point,txComment,MagicNumber);
}
}
//—-
return(0);
}
//+——————————————————————+
bool BuySignal()
{
//kalau harga close candle sebelumnya lebih besar/diatas EMA 10 pada candle sebelumnya
if (iClose(Symbol(),0,1) > iMA(Symbol(),0,10,0,MODE_EMA,PRICE_CLOSE,1) )
{
return(true);
}
else
{
return(false);
}
}
bool SellSignal()
{
//kalau harga close candle sebelumnya lebih kecil/dibawah EMA 10 pada candle sebelumnya
if (iClose(Symbol(),0,1) < iMA(Symbol(),0,10,0,MODE_EMA,PRICE_CLOSE,1) )
{
return(true);
}
else
{
return(false);
}
}
bool bolehTrade()
{
//kalau jumat, EA ga trade ; atau kalau ada order terbuka, EA juga ga trade
if (DayOfWeek()==5 || OrdersTotal()>0) { return (false); } else { return(true); }
}
double itungLot()
{
//ini untuk itung lot secara otomatis berdasarkan SL dan persen risk
double xLots=0;
xLots=NormalizeDouble(AccountBalance()*RiskPercent/100 /StopLoss / 10,1);
return (xLots);
}


Logikanya jadi rapi dan jelas bukan…

BELAJAR MEMBUAT SENDIRI EXPERT ADVISOR YANG SEDERHANA (DASAR ! )

Pengenalan MQL 4
MQL4 adalah bahasa pemrograman yang terdapat pada platform MetaTrader 4. MQL4 ini paling umum digunakan untuk membuat Expert Advisor (EA), Custom Indicator, dan Script.
Expert Advisor / EA, seperti yang sudah kita ketahui, adalah program untuk mengotomasi trading anda berdasarkan logika2 dan paramater2 tertentu.
Custom Indicator, hampir sama seperti EA, cuma tidak bisa melakukan trading. Dan dapat menggunakan function2 indicator.
Script, sama seperti EA, hanya saja dilakukan hanya 1x saat script dijalankan.
Untuk membuat program/script dengan MQL 4, caranya cukup mudah, cukup jalankan saja MetaEditor.
MQL4 ini struktur dan syntax nya mirip C/C++. Jadi kalau udah kebiasa dengan C/C++, harusnya ga akan mengalami kesulitan membuat program dengan MQL4. Kesulitannya mungkin saat debugging..
Lebih lanjutnya, MQL4 dapat melakukan interkoneksi dengan file DLL. Hal tersebut memungkinkan pemrograman yang lebih kompleks dan rumit, dan tentu saja, sangat memungkinkan untuk disusupi spyware/virus oleh pembuat EA (terutama yang pakai DLL).

Contoh EA
Bahasan yang pertama, adalah EA (setelah EA, baru kita akan membahas custom indicator dan script).
Untuk memulai membuat EA, setelah masuk MetaEditor, pilih File -> New -> pilih Expert Advisor, lalu masukkan Copyright dan Link
lalu anda akan mendapat code kira2 seperti ini :

//+------------------------------------------------------------------+
//|                                                                                        ContohEA2.mq4 |
//|                                                            Copyright © 2010, Forexmenang |
//|                                                    http://www.freerobotea.blogspot.com |
//+------------------------------------------------------------------+
#property copyright "Copyright © 2010, Forexmenang"
#property link      "http://www.freerobotea.blogspot.com"

//+------------------------------------------------------------------+
//| expert initialization function                                   |
//+------------------------------------------------------------------+
int init()
  {
//----
  
//----
   return(0);
  }
//+------------------------------------------------------------------+
//| expert deinitialization function                                 |
//+------------------------------------------------------------------+
int deinit()
  {
//----
  
//----
   return(0);
  }
//+------------------------------------------------------------------+
//| expert start function                                            |
//+------------------------------------------------------------------+
int start()
  {
//----
  
//----
   return(0);
  }
//+------------------------------------------------------------------+

Sedikit penjelasan,
yang di dalam init() dijalankan 1x saat EA pertama kali di drag ke chart
yang di dalam deinit() dijalankan 1x saat EA di remove dari chart, atau chart ditutup
yang di dalam start() dijalankan tiap tick (tiap ada harga baru)
nah, coba lihat EA super simple berikut ini :

Code:
//+------------------------------------------------------------------+
//|                                                                                        ContohEA1.mq4 |
//|                                                            Copyright © 2010, Forexmenang |
//|                                                    http://www.freerobotea.blogspot.com |
//+------------------------------------------------------------------+
#property copyright "Copyright © 2010, Forexmenang"
#property link      "http://www.freerobotea.blogspot.com"

extern double Lots=0.1;
extern int StopLoss=100;
extern int TakeProfit=150;
extern string txComment="Order EA1";
extern int MagicNumber=12345;
extern int Slippage=5;


//+------------------------------------------------------------------+
//| expert initialization function                                   |
//+------------------------------------------------------------------+
int init()
  {
//----
  
//----
   return(0);
  }
//+------------------------------------------------------------------+
//| expert deinitialization function                                 |
//+------------------------------------------------------------------+
int deinit()
  {
//----
  
//----
   return(0);
  }
//+------------------------------------------------------------------+
//| expert start function                                            |
//+------------------------------------------------------------------+
int start()
  {
//----
      if (OrdersTotal()==0)
      {
         if (iClose(Symbol(),0,1) > iMA(Symbol(),0,10,0,MODE_EMA,PRICE_CLOSE,1) )
         {
            OrderSend(Symbol(),OP_BUY,Lots,Ask,Slippage,Ask-StopLoss*Point,Ask+TakeProfit*Point,txComment,MagicNumber);
         }
         else if (iClose(Symbol(),0,1)
         {

            OrderSend(Symbol(),OP_SELL,Lots,Bid,Slippage,Bid+StopLoss*Point,Bid-TakeProfit*Point,txComment,MagicNumber);

         }     

      }

//----

   return(0);

  }

//+------------------------------------------------------------------+

Logika EA ini, kira2 (misal EA ini diletakkan di chart GBPUSD 1 Hour), Jika tidak ada posisi, jika candle jam lalu closenya diatas EMA 10, maka buy, kalau candle jam lalu closenya dibawah EMA 10, maka sell.
buy di open candle yang gw kasih panah (karena candle sebelumnya closed di atas EMA) di 1.7366, dan close di 1.7516 (150 pips TP)...

Code:
extern double Lots=0.1;
extern int StopLoss=100;
extern int TakeProfit=150;
extern string txComment="Order EA1";
extern int MagicNumber=12345;
extern int Slippage=5;


cukup jelas kan ya

extern intinya supaya variable tersebut bisa diubah2 oleh end user yang tidak memiliki akses ke source code EA.
Code:
if (OrdersTotal()==0)
Jika semua order = 0, yang berarti perintah dibawahnya (didalem { } ) akan dieksekusi jika tidak ada order sama sekali.

yang dianggap order adalah baik posisi terbuka (buy/sell) atau pending order.
Code:
if (iClose(Symbol(),0,1) > iMA(Symbol(),0,10,0,MODE_EMA,PRICE_CLOSE,1) )
iClose() itu fungsi untuk mengambil harga close dari candle (detailnya akan dijelaskan di bagian lain)

Ppada syntax ini, berarti dia ngambil harga close dari pair dimana EA di attach, 1 candle sebelom sekarang.
iMA() itu buat ambil nilai moving average, yang dalam syntax ini brarti EMA periode 10 diitung dari harga close, 1 jam sebelum sekarang (biar waktunya sama ama candle yang dibandingkan)
Code:
OrderSend(Symbol(),OP_BUY,Lots,Ask,Slippage,Ask-StopLoss*Point,Ask+TakeProfit*Point,txComment,MagicNumber);
OrderSend() digunakan untuk melakukan order, nanti akan dijelaskan di bagian lain, termasuk penggunaan error catch nya supaya tidak terjadi tragedi log file ukurannya bergiga2
else if dan yang dibawahnya itu sama, cuman tanda nya aja yang dibalik..
.........

Gmana, simple kan ?.. ya simple, lah EA nya juga simple sekali. Ga ada money managementnya, ga ada trailling stop nya, ga ada error catcher nya, dll

Fungsi Order & Indicator Teknikal


Bagian ini membahas beberapa fungsi yang penting, yang dipakai dalam hampir setiap EA. Sebetulnya fungsi pada MQL 4 itu banyak sekali, tapi mari kita membahas 2 fungsi dasar dulu saja, yaitu fungsi order dan fungsi analisa teknikal.

1. Fungsi Order
Fungsi ini pasti ada di semua EA. Gunanya adalah untuk buka, tutup, atau ubah posisi (sebetulnya fungsinya banyak sih)…
lebih lengkapnya ada di help nya MQL4, di bagian “Trading Functions”
disini kita bahas beberapa aja (sisanya bisa dibaca sendiri), kan yang penting ngerti gimana cara baca & pakainya
OrderSend() : untuk membuka order

code:
int OrderSend( string symbol, int cmd, double volume, double price, int slippage, double stoploss, double takeprofit, string comment=NULL, int magic=0, datetime expiration=0, color arrow_color=CLR_NONE)
contoh, untuk buka buy 1 lot, tanpa tp dan sl :

code:
OrderSend(Symbol(),OP_BUY,1,Ask,3,0,0,”My order #1
,1,0,Green);
symbol itu diisi Symbol() jika mau yang diorderkan sama dengan chart dimana EA jalan.. kalau misalnya mau order pair tertentu, ya tulis aja “GBPUSD” atau “EURUSD” misalnya…
cmd itu ada 6 : OP_BUY, OP_SELL, OP_SELLSTOP, OP_SELLLIMIT, OP_BUYLIMIT, OP_BUYSTOP
volume itu jumlah lotnya price, kalau buy, pastikan pricenya Ask, kalau sell, pricenya Bid.
Kalau ga ntar error. slippage itu isi aja 0-5 pip, biar tidak kena requote. Tapi tergantung strateginya juga, kalau TP cuman 3 pip ya otomatis slippagenya jangan besar-besar…
stoploss = harga stoploss (bukan pips SL)…
takeprofit = harga takeprofitnya
comment = terserah mau diisi apa….. cuman keterangan aja untuk user
magic = magic ini magicnumber, gunanya untuk mengidentifikasi posisi. Misalnya saja, EA hanya di program untuk memanage order dengan magic number tertentu, maka EA tersebut ga akan modify/close order manual u (karena order manual tidak ada magic number)
expiration = khusus untuk pending order
color = warna tanda di chartnya
fungsi OrderSend() ini akan mengembalikan nilai -1 kalau ordernya gagal, kalau ordernya berhasil, maka akan mengembalikan nomor ordernya
untuk mengetahui gagal ordernya karena apa, bisa pake fungsi getLastError()
contohnya begini :

code:
int ticket;
if(iRSI(NULL,0,14,PRICE_CLOSE,0)<25)
{
ticket=OrderSend(Symbol(),OP_BUY,1,Ask,3,Ask-25*Point,Ask+25*Point,”My order
#2,16384,0,Green);
if(ticket<0)
{
Print(“OrderSend failed with error #”,GetLastError());
return(0);
}
}
nomor kode error nya bisa diliat di help nya, di MQL4 Reference -> Standard constants -> Error codes

nah, setelah order dibuka, order juga bisa di modify (diubah SL/TP nya) dengan fungsi OrderModify()
code:
bool OrderModify( int ticket, double price, double stoploss, double takeprofit, datetime expiration, color arrow_color=CLR_NONE)
OrderModify() ini akan bernilai true jika modifikasinya berhasil, dan false jika modifikasinya gagal…

code:
if(TrailingStop>0)
{
OrderSelect(12345,SELECT_BY_TICKET);
if(Bid-OrderOpenPrice()>Point*TrailingStop)
{
if(OrderStopLoss()<Bid-Point*TrailingStop)
{
OrderModify(OrderTicket(),OrderOpenPrice(),Bid-Point*TrailingStop,OrderTakeProfit(),0,Blue);
return(0);
}
}
}
oya, ada 1 function lagi yang penting, yaitu OrderSelect()
OrderSelect() ini gunanya untuk memilih order yang akan dimodifikasi/diclose
code:
bool OrderSelect( int index, int select, int pool=MODE_TRADES)
OrderSelect() ini bisa digunakan untuk memilih (men-select – bahasa indo yang tepat apa ya? ) order baik yang sudah tertutup, lagi terbuka, atau masih pending (limit/stop order)..
index = adalah index order (0,1,2,3,dst) pada mode SELECT_BY_POS ; atau nomor ticket pada mode SELECT_BY_TICKET
select = ya itu tipe select nya, bisa SELECT_BY_POS (memilih berdasarkan posisi, kalau ga tau nomor ticketnya, pakai yang ini), atau SELECT_BY_TICKET (kalau sudah tahu nomor ticketnya pakai yang ini)…
pool = MODE_TRADES itu untuk milih order yang aktif (limit/stop order/order yang masih kebuka), MODE_HISTORY untuk memilih order yang udah ditutup/dihapus.

contoh :
code:
if(OrderSelect(12470, SELECT_BY_TICKET)==true)
{
Print(“order #12470 open price is “, OrderOpenPrice());
Print(“order #12470 close price is “, OrderClosePrice());
}
else
Print(“OrderSelect returned the error of “,GetLastError());
oya, setelah di-select, kita bisa pakai fungsi-fungsi untuk mengetahui informasi mengenai order tersebut, seperti jumlah lot, SL, TP, Symbol, dll
fungsi-fungsi antara lain :
OrderLots() = mengetahui jumlah lot
OrderTakeProfit() = mengetahui TP
OrderStopLoss() = mengetahui SL
OrderSymbol() = mengetahui pair nya

…lengkapnya langsung saja cek di MQL4 Reference -> Trading functions ; kalau kurang jelas tentang cara pakainya, bisa di post di topic ini…

ok, order udah bisa di modify, bisa di select, sekarang saatnya untuk menutup order atau menghapus pending order yang tidak jadi untuk menutup posisi yang kebuka, pakai OrderClose() (atau OrderCloseBy() kalau hedging) untuk menghapus pending order, pakai OrderDelete()

code:
bool OrderClose( int ticket, double lots, double price, int slippage, color Color=CLR_NONE)
ticket = nomor ticket
lots = jumlah lot yang ditutup.. kalau misalnya mau ditutup semua ya isi aja OrderLots()
price = kalau mau nutup sell, pakai harga Ask, kalau mau nutup buy, ketik Bid
slippage = isi 0-5 sesuai keinginan…
color = warna tanda di chartnya..
sama seperti OrderModify(), OrderClose() ini akan bernilai True kalau berhasil menutup, dan bernilai false kalau gagal menutup posisi untuk OrderDelete(), jauh lebih simple dari OrderClose()

code:
bool OrderDelete( int ticket, color Color=CLR_NONE)

contoh :
code:
if(Ask>var1)
{
OrderDelete(order_ticket);
return(0);
}


4 fungsi tadi adalah fungsi-fungsi dasar untuk trade…. nah selanjutnya, kita akan bahas fungsi-fungsi untuk membaca nilai dari indikator teknikal seperti Moving Average, MACD, dll
setelah pembahasan fungsi indikator teknikal ini, harusnya sudah bisa bikin EA yang sederhana (untuk latihan…… )


2. Fungsi Indikator Teknikal
Di help mql4, bisa di cek di MQL4 Reference – Technical indicators
saya kasih contoh moving average aja…
functionnya iMA()

code:
double iMA( string symbol, int timeframe, int period, int ma_shift, int ma_method, int applied_price, int shift)
misalnya sesuai gambar diatas, rulenya kalau close candle sebelumnya diatas EMA 144, saya buka buy…

code:
//pertama musti siapin variabel
double ma1=0;
ma1=iMA(Symbol(),0,144,0,MODE_EMA,PRICE_CLOSE,1);
if (iClose(Symbol(),0,1)>ma1)
{
//open buy……
}

untuk ma_method, itu ada 4 (bisa di klik sih di help nya), ada MODE_SMA, MODE_EMA, MODE_SMMA, MODE_LWMA
untuk applied_price, itu ada 7, klik aja di link helpnya untuk detailnya (daripada gw tulis lagi…)

contoh lain, strategi paling populer sepanjang masa, MA cross kalau EMA 10 motong EMA 20 dari atas, open sell kalau diterjemahin ke perintah-perintah komputer, kira-kira kayak begini
1) cek EMA 10 dan 20 pada candle 2 sebelum sekarang
2) cek EMA 10 dan 20 pada candle 1 sebelum sekarang
3) klo EMA 10 lebih tinggi dari EMA 20 pada candle 2, dan EMA 10 lebih rendah dari EMA 20 pada candle 1, berarti terjadi cross
ya tinggal di coding aje….
code:
double ma10_1, ma20_1, ma10_2, ma20_2=0;
//1) cek EMA 10 dan 20 pada candle 2 sebelom sekarang
ma10_2=iMA(Symbol(),0,144,0,MODE_EMA,PRICE_CLOSE,2);
ma20_2=iMA(Symbol(),0,144,0,MODE_EMA,PRICE_CLOSE,2);
//2) cek EMA 10 dan 20 pada candle 1 sebelom sekarang’
ma10_1=iMA(Symbol(),0,144,0,MODE_EMA,PRICE_CLOSE,1);
ma20_1=iMA(Symbol(),0,144,0,MODE_EMA,PRICE_CLOSE,1);
//3) klo EMA 10 lebih tinggi dari EMA 20 pada candle 2, dan EMA 10 lebih rendah dari EMA 20 pada candle 1, berarti terjadi cross
if ( ma10_2 > ma20_2 && ma10_1 < ma20_1 )
{
//open sell……
}
kurang canggih…. mau dikasih filter RSI buat detek overbought (supaya lebih klop)…
code:
double ma10_1, ma20_1, ma10_2, ma20_2=0;
double rsi1=0; ‘
//1) cek EMA 10 dan 20 pada candle 2 sebelom sekarang
ma10_2=iMA(Symbol(),0,144,0,MODE_EMA,PRICE_CLOSE,2);
ma20_2=iMA(Symbol(),0,144,0,MODE_EMA,PRICE_CLOSE,2);
//2) cek EMA 10 dan 20 pada candle 1 sebelom sekarang
ma10_1=iMA(Symbol(),0,144,0,MODE_EMA,PRICE_CLOSE,1);
ma20_1=iMA(Symbol(),0,144,0,MODE_EMA,PRICE_CLOSE,1);
rsi1=iRSI(Symbol(),0,14,PRICE_CLOSE,1);
//3) klo EMA 10 lebih tinggi dari EMA 20 pada candle 2, dan EMA 10 lebih rendah dari EMA 20 pada candle 1, berarti terjadi cross
if ( ma10_2 > ma20_2 && ma10_1 70 )
{
//open sell……
}

gampang kan